Menuju S.Hum : UP Dulu! (1)

Sidang akhir, hari dimana penantian bagi seluruh mahasiswa S1 di Indonesia untuk resmi menjadi alumni. Satu hari dimana seorang mahasiswa akan diuji penelitian dan kemampuannya selama ia kuliah. Satu hari dimana seorang mahasiswa akan senang karena LULUS atau sedih karena harus ngulang sidang. Jadi, ini cerita gue menuju titik saat ini. Sudah punya gelar dibelakang nama lahir gue. Yuk, mulai!

Lika-liku yang sebenarnya, gue mulai sejak semester 6 di jurusan gue, saat itu mahasiswanya diharuskan memilih peminatan. Dunia saat itu tiba-tiba jadi paling galau yang pernah gue hadapi, anjay~. Disaat KKN (kuliah kerja nyata), gue mesti buka si Paus (Padjadjaran Students) untuk memilih mata kuliah dan peminatan yang akan gue ambil. Kenapa galau? Jadi, peminatan di jurusan gue ada dua, sastra dan linguistik. Sebenernya gue lebih condong ke sastra tapi satu sisi ilmu linguistik gue melempem dan gue malah tertandang disana. Perbandingannya, kalau sastra lebih banyak berargumentasi dan berdialektika, walaupun teori-teorinya gila! Sedangkan linguistik lebih mengacu kepada penelitian teori yang mesti dikembangkan. Oleh karena itu, gue putuskan memilih linguistik. Padahal nilai linguistik gue semuanya pas-pasan, asli. Kalo gue mau ambil sastra emang udah rencana ngambil semiotik atau sosiologi sastra, eh jadilah gue ke linguistik pada akhirnya.

Gue pun menjalani peminatan gue yang kemarin dengan nilai seadanya itu dengan tegar. Gue coba belajar lagi ilmu-ilmu bahasa dengan teori murni seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik sampai ilmu-ilmu terapannya seperti sosiolinguistik, psikolinguistik dan pragmatik. Dari beberapa cabang itu akhirnya gue bisa menemukan minat gue di pragmatik dan semantik. Singkat cerita, masuklah gue di semester 7. Pada semester ini gue ngambil mata kuliah seminar yang hasilnya gue harus sidang UP (usulan penelitian) dan langsung skripsi (jaga-jaga kalau nggak selesai bisa lanjut semester berikutnya). Oh ya, ngomong-ngomong di kampus gue itu kebijakan tiap jurusan mengenai persyaratan sidang beda-beda. Maksudnya, ada beberapa jurusan yang memang mewajibkan mahasiswanya menempuh beberapa sidang sebelum sidang akhir, contohnya jurusan gue. Jadi, sebelum sampai sidang akhir gue mesti sidang awal aka sidang UP (usulan penelitian) dulu. 

Selama semester 7, gue pun mencoba mencari-cari apa yang paling gue minati di linguistik, terutama bidang pragmatik dan semantik. Karena gue suka baca komik strip, akhirnya objek gue pun beralih ke komi. Eh emang bisa syif, anak bahasa meneliti komi? BISA DONG! Iya, percaya deh. Jadi, yang diteliti itu kalau gue percakapan antartokoh yang ada di komiknya. Tsaaddiisssss, nggak tuh! Gue pun memilih salah satu komik strip yang menjadi bahan kerecehan gue yaitu Tahilalats.

Gue pun memberanikan diri menemui dosen dengan persiapan argumentasi untuk membawa objek ini bisa dijadikan bahan penelitian. Dosen gue yang diem saat mendengar segala ucapan manis dan birokratis tentang penelitian yang bakal gue ambil ini, saat-saat akhir ngomong "Objeknya kebanyakan gambar, percakapannya sedikit terus maksud komiknya nggak jelas. Buat apa kamu meneliti ini? Seakan kurang berguna." JLEB. Iya, udah paham kan. Mentah-mentah ditolak, bray~

Akhirnya dengan keadaan yang setengah jadi menuju UP, gue mesti rombak lagi semuanya dari awal. Dalam waktu 2 minggu gue kebut draft ini buat bisa UP. Muka udah jerawatan+bruntusan+kilang minyak karena jarang tidur. Gue pun pindah objek ke komik politik karya Mice Cartoon dan untungnya yang satu ini diterima oleh dosen gue. Akhirnya salah satu waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, bulan November 2017 gue UP. Putri Syifa Nurfadilah, S.UP!



Untuk cerita dan perjalanan gue setelah UP menuju S.Hum bakal di posting minggu depan. So, stay tune ya!

Komentar