Cikampek-Jakarta PP Ternyata MURAH GILA!


Ada sebuah pengalaman yang nggak akan gue lupakan tahun ini. Cikampek-Jakarta PP yang nyatanya hanya Rp 9.000. ASLI! Dan gue baru tahu kali ini. Gila nggak?

Jadi, karena sebuah kebutuhan gue sebagai jobseeker membuat gue mesti sering-sering PP Cikampek-Jakarta. Iya, seleksinya sampai 7 tahapan, kayak tingkatan Surga/Neraka (percayalah). Akhirnya, di akhir-akhir gue pun mencoba untuk mandiri agar diri ini bisa quat shay~. Gue pun mencoba berangkat dari Stasiun Cikampek. Jadi, ada KRD alias kereta ekonomi patas Purwakarta-Tanjung Priuk PP atau Cikampek-Tanjung Priuk PP. Jadwal keretanya, di bawah ini (Gapeka 1 April 2017)




Nah, jadi gue akan ambil kereta yang Cilamaya Express dari Cikampek. Soalnya kalau naik pukul 4/5 kepagian bray~ mager gue, hehe. Gue sampai stasiun pukul 5.30-an biasanya. Terus pesan tiket di mba/mas khusus kereta lokal harganya Rp 6.000. Iya, semurah itu, parah! Namun, kamu kudu quat secara mental dan fisiq. Karena, pas kereta berhenti harus siap REBUTAN NAIK, beneran rusuh ini. Melebihi rusuh ketika gue dulu rebutan naik odong-odong di Unpad. Terutama pas berhubungan kontak langsung dengan ibu-ibu yang tujuan utamanya buat belanja di Tanah Abang. Percayalah, sikutannya MANTAP! Gue pernah "disikut" pas mau naik ke gerbong kereta.

Oke, gue kalau naik kereta dari Cikampek berangkat jam 5.54. Gue bisa milih turun di Stasiun Pasar Senen atau Stasiun Kemayoran, tapi seringnya gue turun di Kemayoran. Soalnya Stasiun Pasar Senen suka penuh dan gue males aja. Padahal kalo naik dari Stasiun Kemayoran gue besar kemungkinan bakal nggak bisa duduk. Gue sampai di Stasiun Pasar Senen sekitar 7.30 atau Stasiun Kemayoran sekitar 7.40.

Setelah turun dari KRD ini, gue siapkan senjata andalan. Kartu uang elektronik dari bank-bank yang gue punya rekeningnya (BCA/BRI). Nah, disini gue pake mereka karena mesti naik KRL ke Stasiun Palmerah. Ngomong-ngomong, kalau kamu punya kartu uang elektornik ini nggak usah ngantri tiket KRL (THB/KMT). Punya kartu ini akan mempemudah hidup, percayalah~

Buat naik KRL gue mesti nunggu 10-30 menit. Bergantung dari kepadatan/ keretanya ketahan di stasiun atau nggak. Nah, kalau beruntung ketika gue turun KRD, nunggu bentar udah dateng ini KRL. Tapi, kalau lagi penuh dan apes ketahan di stasiun ya sabar aja. Namanya juga transportasi umum yang katanya paling diminati warga Jakarta. Buat rute KRL-nya bisa dilihat di bawah ini


Jadi, untuk sampai di Stasiun Palmerah gue mesti transit 1x di stasiun transit tepatnya Stasiun Tanah Abang. Sumpah, Stasiun Tanah Abang adalah cobaan paling berat gue ketika di Jakarta. Stasiunnya selalu penuh sama manusia, terutama ibu-ibu yang bawa belanjaan segede-gede gaban dan berkarung-karung. Belum lagi didorong-dorong sama porternya, atau nggak dibentak-bentak sama ibu-ibunya. Aslian! Stasiun Tanah Abang QERAS BRAY.

Gue mesti pindah jalur buat ke Stasiun Palmerah pas gue udah sampe di Stasiun Tanah Abang.  Kembali menunggu sekitar 10-20 menit sampai KRL tujuan gue berangkat dari situ. Nah, nggak sampe 10 menit kereta melaju gue udah sampai di Stasiun Palmerah. Tempat tes gue itu tinggal nyebrang dan jalan dikit buat sampai ke kantornya. Tebak aja dah, kantor media yang cukup tersohor di situ apa....Iya, jawab sendiri aja. Cuman bayar RP 3.000 dari Stasiun Pasar Senen/ Stasiun Kemayoran ke Stasiun Palmerah. Murah? Banget! Anjay, coba nggak desek-desek gue mau tiap hari PP gini. Untuk pulangnya, gue masih pakai rute ini kok kan PP jadi ya nggak beda jauh. Buat pulangnya gue nggak bisa naik KRD dari Stasiun Pasar Senen, jadi mesti dari Stasiun Kemayoran.

Ngomong-ngomong, sedikit tips untuk kalian yang ingin naik KRL, untuk yang masih bingung dan ingin tahu lebih jelas mengenai per-KRL-an ini bisa kunjungi link ini
  1. Siapkan kartu uang elektronik, kenapa? Karena loket pembelian tiket dadakan KRL penuh dan ngantrinya bikin Istighfar berulang kali
  2. Kalau transit stasiun, jangan keluar. Pindah jalur aja (tanya mas-mas yang jaga, nanti dikasih tahu kok)
  3. Siapkan kekuatan fisik dan mental untuk desek-desekan dengan penumpang lain. Mau enak boleh, rusuh jangan!
  4. Jangan lupa untuk memberi tempat duduk kepada orang yang lanjut usia, ibu hamil, ibu membawa anak kecil dan orang yang berkebutuhan khusus. Ingat, mau enak boleh tapi mesti adil.

Komentar