The Kissing Booth


Awal film ini bercerita mengenai kedua ibu yang sudah lama berteman aka BFF (Best Friend Forever) yang bahkan melahirkan anaknya pun bersamaan di rumah sakit yang sama. Iya, mereka berdua alias anak dari ibu-ibu itu akan menjadi BFF juga (bisa tertebak), hanya saja kedua anak mereka yang satu laki-laki yakni Lee Flynn dan satunya lagi perempuan yakni Shelly 'Elly' Evans. Keduanya pun dapat ditebak (lagi), iya meraka layaknya sahabat muda-mudi yang tidak terpisahkan.

Ketika film ini menggambarkan masa pertumbuhan Elly dan Lee, Elly sudah tertarik dengan Noah yang merupakan kakak dari Lee. Sosok Noah dan Lee walaupun kakak-adik, digambarkan sangat berbeda. Lee lebih tenang dan suka happy-happy yang beneran kayak anak kecil, main dance tap (mainan dance di tempat game) yang memang kesukaannya dengan Elly. Sedangkan Noah lebih free soul dan berandal, tapi punya sisi sentimentil. Gambaran bad boy metropolis banget (pada umumnya). Walaupun Elly sudah ada bibit ketertarikan dengan Noah, tapi keinginannya untuk bertindak lebih jauh apalagi berharap punya hubungan dengan Noah terbentur peraturan persahabatan yang tidak boleh dilanggar. Padahal mereka membuat peraturan itu ketika umur mereka masing-masing 6 tahun. Sebegitu tidak mau move on-nya kah mereka? Beberapa peraturan tidak disebutkan dalam film ini, hanya yang difokuskan dan menjadi konflik utama adalah peraturan no.9 'Relative of your best friend are (totally) off-limits' yang berarti ada hambatan besar jika Elly ingin berkencan dengan Noah yang merupakan kakak dari Lee. Cerita pun kemudian cepat bergerak ketika Elly dan Lee SMA. Dimana dalam hal ini terlihat bagaimana peralihan kamera dan cutting film ini, lumayan membuatku berkata 'hah?'.

Santai, ini belum sampai konfliknya kok. Intinya konflik ini berawal di 'Kissing Booth' yang diciptakan oleh Elly dan Lee untuk acara sekolah mereka. Disinilah konflik perasaan Elly yang menyukai Noah namun terbentur perjanjian dengan Lee dengan dalih agar sahabatnya ini tidak terluka. Konflik yang terjadi di film ini sederhana, hanya mengangkat bagaimana Elly bisa berdamai dengan peraturannya dengan Lee, berdamai dengan perasaannya yang begitu menginginkan Noah dan kehidupan SMA-nya yang nyatanya tidak hebat-hebat amat. Begitupun alur dan kejadian yang ada, nggak ada spesial-spesialnya. Karakter Elly dalam film ini pun agak plin-plan dengan jalan hidup dan kemauannya sendiri, dasar remaja memang. Untungnya sang sutradara, Vince Marcello entah mengapa bisa membawa film ini cukup enak untuk dilihat. Sinematografi film ini begitu cerah, khas tumblr-tumblr life atau gaya film remaja Netflix. Mungkin bertujuan agar film ini dapat dinikmati dengan santai dan ceria, kesannya. 

Sayang, penokohan yang dilakukan oleh Joel Courtney sebagai Lee Flynn entah mengapa kurang dan tidak begitu ekspresif. Begitupun dengan Jacob Elordi yang berperan sebagai Noah Flynn. Satu-satunya yang bisa gue tepuk tangani adalah Joey King yang berperan sebagai Elly disini. Bagaimana mimik mukanya bisa sangat bermain di sini, didukung dengan pengambilan gambar close up yang mencerminkan segala keresahannya dengan masalah anak-anak SMA, iya masalah cinta dan kehidupan di sekolahnya.

Untuk film ringan khas remaja, menurut gue ini so-so sih. Resolusi konfliknya pun gampang ditebak (banget), untungnya nggak terlalu bosan untuk dinikmati sambil ketawa-ketiwi. Rasanya film ini memang ditunjukkan untuk menghibur penontonnya tanpa perlu miki apa-apa, pure entertaiment dengan segala hal yang ada pada film ini. Kalau kamu suka yang ganteng-ganteng, film ini cocok banget dah. Asli!

Ngomong-ngomong film ini adalah adaptasi dari novel karya Beth Reekles dengan judul sama, The Kissing Booth. Berhubung gue pun belum membaca novelnya, jadi tulisan ini khusus membahas yang ada di filmnya saja. Mungkin nanti akan di upgrade perbandingan dengan novelnya dikemudian hari ya.

Sutradara: Vince Marcello
Penulis: Vince Marcello (film), Beth Reekles (novel)
Pemeran utama: Joey King, Jacob Elordi, Joel Courtney
Rating umur: 14+
Genre: Komedi, Romantis
Produksi: Komixx Entertaiment
Studio: Netflix Entertaiment
Tayang: 11 Mei 2018 (Bioskop, Netflix)

Rating film:
IMDB 6,5/10
Rotten Tomatoes 3,7/10
Metacritic 7 (user score)
Roger Ebert (-)

Komentar

  1. Ya, lumayan sih filmnya, tapi pertengahan ke akhir jadi agak rada ngebosanin kalau menurutku. Dan ya, actingnya Joey King emang keren. Hehe

    BalasHapus

Posting Komentar