Surat untuk seseorang....

Gambar diambil dari unsplash

Ini adalah tema pengganti dari #bpn30daychallenge yang seharusnya berhubungan dengan zodiak. Sedangkan akutu udah nggak mantengin perzodiakan itu, terakhir SMP kayaknya. Jadi, aku ganti dengan tema ini.

Kalau aku ingin mengirim surat untuk seseorang, ada 3 yang terpikirkan. Diriku di masa lalu, diriku di masa depan dan seseorang yang entah aku panggil dengan sebutan apa.

Untuk diriku sendiri di masa lalu.
Ada satu hal yang aku selali, sejujurnya. Kenapa kamu selalu takut? Untuk hal apapun, untuk keputusan sekecil apapun. Kadang aku mikir, kamu terlalu sangat hati-hati yang malah menghambat dirimu untuk berkembang. Satu lagi, kamu terlalu negatif thinking bahkan dengan kemampuan kamu sendiri. Kamu baru sadar setelah kamu bisa lewatin, kamu nggak pernah yakin sebelumnya. Kenapa?

Kamu juga nggak pernah mengerti orang dari sisi yang paling luas, coba luangkan waktu untuk sejenak dengarkan dunia. Bungkam mulutmu sesaat dan perhatikan mata-mata mereka. Hidup ini tak hanya perihal kamu, jangan egois dengan sesuatu hal.

Untuk diriku di masa depan.
Satu hal, dan yang akan aku ulang-ulang. Beranilah ambil keputusan paling beresiko. Bahkan mungkin harus mengorbankan sesuatu hal. Nak, kamu tak bisa selamanya ada dititik aman. Dunia tidak bekerja seperti itu. Sadar!

Lagi-lagi kamu selalu mengulang hal-hal tak masuk akal, bahkan kesalahan. Kamu harus tahu, orang bisa berkembang, begitupun kamu. Kalau kamu tak mau ambil resiko, hidupmu akan berpijak di situ-situ saja. Cobalah melangkah, sekalipun kamu akan terpental atau tersandung nanti.

Untuk dia (?)
Sebenarnya dia yang benar-benar mengajarkan aku arti keresahan sesungguhnya soal hidup. Dia bisa memaknai hidup begitu kompleks, bahkan kadang tak pernah bisa tertebak. Aku ingin belajar banyak, cara dia berpikir, cara dia berbicara dan cara dia mengambil keputusan selalu aku kagumi. Agak lebay membahas satu orang ini, tapi sekompleks itulah dia di mata aku. Entah.

Dia bisa menempatkan hal sesuai dengan porsinya, sangat pas. Tak ada yang berlebihan di matanya, karena prinsipnya harus dipikirkan matang dan dirasakan dengan hati, biar seimbang kata dia. Sudah coba kulakukan, susah. Walaupun entah dia tahu hal ini atau tidak, yang aku tahu, aku beruntung bisa kenal. Aku sangat ingin berteman lebih lama dan lebih akrab, banyak hal yang bisa didiskusikan dengannya.

PS

Komentar