Film Terbaik Sepanjang Tahun 2018

Photo by lan deng on Unsplash
Oke, setelah mengawali 2019 dengan postingan kegalauan, akhirnya bisa lebih positif, sepertinya. Ngomong-ngomong, aku suka banget nonton film di bioskop. Apalagi memang film-film yang aku tunggu-tunggu. Walaupun ada beberapa genre yang aku sangat tidak suka dan tidak mau untuk nonton: Thriller dan Horor. Jadi, maaf nih ya kalau reviewnya setengah-setengah, karena aku tidak akan bisa review kedua genre tersebut. Alasan pribadi, karena saya parnoan :")

Nah, daftar ini juga pendapat pribadi aku dimana diantara film-film yang tayang, ada yang benar-benar dekat dengan keseharian aku, thats why i like that movie. Satu hal lagi, urutan di daftar ini tidak mempengaruhi peringkat. Jadi, film-film ini memang istilahnya mindblowon aja bagi aku.

1. Ready Player One


Bagi gamers, kayaknya film ini wajibun buat ditonton. Dengan penokohan yang tidak main-main dan alur cerita yang membuat aku bilang wow, ini adalah film termindblowon sepanjang tahun 2018. Terima kasih karena salah satu juniorku menyarankan untuk nonton film ini, dan tidak ada penyesalan sama sekali.

Kebetulan juga, sang sutradaranya adalah Steven Spielberg. Ya, taulah ya seapik apa kalau itu orang jadi sutradara. Berangkat dari novel karya Ernest Cline yang sebenarnya tidak ingin diterbitkannya di mana butuh 10 tahun pengerjaan. Dalam Ready Player One, kamu akan di bawa ke kondisi dunia tahun 2045 di mana orang-orang saat itu 'hidup' di dunia game berdasar karakter. Sejujurnya pesan yang disampaikan cukup relate dengan keadaan sekarang, bahwa orang layaknya lebih nyaman dengan topengnya di dunia maya.

Bercerita tentang seorang remaja 18 tahun bernama Wade Watts yang hidup di tahun 2045. Watts menemukan kehidupannya dalam dunia maya bernama Oasis. Pencipta Oasis, James Halliday, suatu hari membuat sayembara berupa pencarian sebuah telur paskah dalam game virtual yang ia ciptakan. Ada banyak sekali orang yang mengikuti sayembara tersebut, tak terkecuali Wade Watts. Pasalnya, Siapapun yang menemukan telur itu akan berhak mendapatkan seluruh kekayaan yang dimiliki James Halliday, termasuk mengontrol Oasis.

Ready Player One juga menawarkan nostalgia pada icon-icon populer dari film dan game terdahulu seperti King Kong, mobil DeLorean dari Back to The Future, boks telepon atau mesin waktu dari Doctor Who, Tyrannosaurus dari Jurrasic Park, robot The Iron Giant, boneka Chucky, video game 8-bit dan sekitar 50 ikon budaya pop lainnya. Tidak cuma karakter, film ini juga menampilkan referensi film Stanley Kubrick dan John Hughes, dua sutradara populer di era 1980-an.


2. Crazy Rich Asian


Kalau dilihat dari segi cerita, film ini layaknya film 'bahagia' pada umumnya, bahkan terkesan terlalu romantis menurutku. Ada laki-laki super kaya bernama Nick yang merahasiakan kekayaanya dari pacarnya, Rachel. Kemudian, satu waktu karena pernikahan kerabatnya, sepasang kekasih yang tinggal di AS tersebut mesti pulang ke Singapura, tepatnya kampung halamana keluarga Nick. Dari sanalah Rachel mengetahui bahwa pacarnya ini super-duper kaya-raya. Kalau diandaikan, Nick ini kayak cucu/cicitnya Hartono Bersaudara lah ya hahaha.

Terpengaruh oleh hype dan marketing yang luar biasa, akhirnya aku nonton film ini. Walaupun aku nonton sendirian, tapi....tetap aja kesepian :") ya iyalah, nontonnya film romantis pula. Tak apa, tetap film ini bagiku cukup berkesan. Satu hal yang membuat film ini digandrungi banyak orang, aku rasa karena sangat relate dengan adat-kebiasaan Asia, at least suku Tionghoa. Film ini sangat meledak di AS, bahkan seminggu penayangannya hampi 1 juta. Wow! 

Konfliknya pun sederhana, cinta yang terhalang restu keluarga karena Rachel dianggap bukan bagian 'bangsa asli' alias orang luar. Terlihat di berbagai scene film yang menampilkan adat-kebiasaan keturunan Cina yang memang memegang teguh kebiasaan mereka. Tak terkecuali ibu Nick yang rasanya begitu menginginkan menantu keturunan murni alias asli atau setidaknya paham adat-kebiasaan. Pembawaan setiap karakternya melekat, dan pendalaman karakternya menurutku sangat berkesan. Utamanya, ibu Nick, beneran.

Film yang diangkat dari novel karya Kevin Kwan dengan judul yang sama yakni Crazy Rich Asians. Selain itu, Kevin juga menulis novel best seller lainnya yakni China Rich Girlfriend dan Rich People Problems.

Ya, seperti itulah kira-kira. Cukup bergejolak karena ini memang dekat dengan orang Asia. Menonton film ini, jujur jadi teringat Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dengan tokohnya Zainuddin. Walaupun tidak mirip, tapi rasanya latar belakang keluarga dan keturunan masih jadi perdebatan untuk menentukan jodoh yang tepat bagi anak-anak keturunan suatu suku tertentu di Asia Tenggara.


3. Christopher Robin


Seperti anak-anak, kadang masalah perlu dilihat dan dipahami dengan cara sederhana.

Setidaknya itulah hal yang aku simpulkan ketika menonton film ini. Mirip seperti ketika menonton Le Petite PrinceChristopher Robin hampir memberikan pencitraan yang sama. Kehidupan orang dewasa dan masalahnya, sedangkan ada anak-anak yang bisa memandang segala keruetan masalah itu dengan sederhana. Dengan penyelesaian yang sejujurnya tidak jauh-jauh dari sana.

Di awal cerita, kamu akan disuguhkan dengan melihat Christopher Robin kecil yang sedang bermain bersama Pooh dan teman-temannya di Hundred Acre Wood. Hari itu mereka berkumpul karena Robin akan pergi ke boarding school. Suatu saat ia dikabari ibunya bahwa sang ayah telah tiada. Berbagai bela sungkawa hadir dan menyuruhnya untuk tegar sekaligus kepala keluarga. Di sana lah sosok Robin yang ceria harus sibuk belajar dan kerja keras.

Beranjak dewasa, Robin bertemu Evelyn dan menikah. Ia mengikuti perang dan kembali ke rumah bertemu dengan sang istri serta anak perempuannya bernama Madeline. Kini Robin sibuk menjadi seorang manajer di sebuah perusahaan koper kulit dan jarang meluangkan waktu bersama putrinya.

Saat berencana pergi ke rumah lamanya bersama keluarga, Robin terpaksa tidak bisa ikut karena harus lembur di akhir pekan. Di sana lah, Pooh yang secara ajaib muncul di hadapan Robin.

Christopher Robin jadi obat buatku untuk jangan terlalu ambil pusing dengan segala tetek-bengek masalah dunia hari ini. Jadi semacam penyegar bahwa, ada hal besar yang membuat kita bisa bisa hadapi kerumitan masalah itu. Setidaknya, untuk orang dewasa yang penat, film ini akan terasa hangat.

Ngomong-ngomong untuk kamu yang ingin membaca asal-usul Robin dan Pooh dari sisi sejarah dan sudut pandan yang berbeda, bisa kunjungi artikel buatan Kincir ini.


4. A Quiet Place



Padahal udah dibilang di awal tulisan ini kalau aku tidak suka genre Thriller atau Horor ya, iya kalau bunuh-bunuhan, darah, potong-potongan organ tubuh dan hantu-hantuan. Untuk nonton film ini, sejujurnya perlu mengumpulkan keyakinan yang tidak sedikit. Terus waktu itu ditemani juniorku yang nyatanya sama-sama penakut. Eh, taunya, ini bukan film-film yang aku takutkan itu loh. Ternyata yang ngerjain dan bikin tegang naudzubillah adalah dengan aliennya yang pendengarannya super-duper sensitif. Makanya, nama filmnya A Quiet Place.

Menurutku, film ini bisa menyajikan sajian full cerita panjang apik bahkan hanya dengan 5% dialog di dalamnya. Bisa dibayangkan, sepanjang film kamu hanya akan disajikan keheningan dan gerak isyarat pemainnya, itu saja. Justru, keheningan ini yang membuat penonton tegang. Terbukti, setiap sosok itu akan muncul semua orang dalam bioskop dirasa perlu menahan nafas, hehe.

Jadi, ada sebuah keluarga terdiri dari Ayah, Ibu dan ketiga anaknya. Diawal anak paling bungsunya harus rela meninggal terlebih dahulu karena membuat kebisingan ketika mereka berpindah tempat. Konflik selanjutnya adalah ketika sang Ibu hamil dan akan melahirkan. Dari scene ibu yang akan melahirkan ini kamu tidak akan diberi jeda untuk nafas, karena bener-bener tegang!

Dalam satu film ini saja, total hanya 8 pemain sudah termasuk figuran. Cukup sepi untuk sebuah cerita panjang film, tapi itu tidak mempengaruhi bagaimana sang sutradara yang juga merangkap pemeran Ayah yakni John Krasinski dalam menggarap alur film ini. Bisa dibilang ini adalah film paling sepi, tapi kamu bakal tegang sepanjang waktu nonton film ini.


5. Bohemian Rhapsody



Ada satu artikel yang menyangsi bahwa film yang menerjemahkan perjalanan Queen dalam industri  musik ini jadi layaknya seperti film Rami Malek, di mana ia memerankan Freddie Mercury dalam film ini. Aku tidak begitu mengikuti perkembangan musik Queen ataupun sepak terjangnya di dunia musik. Apalagi Freddie Mercury, yang pasti menurut penonton awal yang baru mengetahui Freddie nyatanya sefalmboyan itu, Bohemian Rhapsody cukup membuatku tersentak.

Lebih tepatnya, film ini bisa membuatku menikmati musik Queen dengan cara yang berbeda. Namanya juga dokumenter, otomatis lagu-lagu hitsnya akan dimainkan, dan part inilah yang paling aku suka haha. Pascamenonton, aku riset lewat youtube bagaiman suasana konser Live Aid saat itu, dan dibandingkan dengan pemeranan Rami Malek, jujur aku akan angkat 4 jempolku untuknya. Rami terbilang sukses untuk mencitrakan Freddie dengan gayanya. Freddie sendiri seolah-olah ditatik dari liang lahatnya dalam film ini.

Walaupun lagi-lagi memang alur cerita dokumenter ini terlalu manis jika diterjemahkan dari sisi yang lebih kritis. Karier bermusik Queen pada masa-masa awal, penolakan oleh berbagai produser hingga diterima, kemudian pamor Queen naik dengan berbagai tour hingga keliling dunia, masalah personal anggotanya atau dalam hal ini Freddie terjerumus dalam berbagai masalah, perdebatan antar anggota hingga terancam bubar, dan kembali lagi baik-baik saja. Klise, iya memang. Namun, lagi-lagi pesona Rami Malek memang kuat dan meninggalkan hal tersendiri dengan perannya dalam film Bohemian Rhapsody. Kalau misalnya artikel itu menyebut bahwa ini memang film Rami Malek juga tidak salah, karena memang pesonanya terlalu kuat hahaha.

Wajar saja, Golden Globe awal tahun ini Bohemian Rhapsody berhasil memborong dua piala  utama ajang penghargaan bergengsi tersebut.

Tambahan, ada juga film-film yang memang sudah aku list untuk aku tonton. Seperti MCU (Marvel Cinematic Universe) yang memang aku suka dari dulu: Avegers: Infinity War, Black Panther, dan Venom (Entah, dia MCU atau bukan tapi ada Stan Lee hehe), Antman, Deadpool 2. Terus juga Fantastic Beast 2, Aquaman, Incridibles 2, Pacific Rim 2, Maze Runner 3, Hotel Translavania 3 dan Wreck it Ralph 2. Nah, film-film ini memang aku suka dan wajib aku tonton, kenapa tidak aku masukan daftar? KARENA AKU PASTI SUKA DONG :)

Oh ya, buat kamu-kamu yang suka nonton film ke bioskop ataupun lewat laptop dan mau berkirim pesan dan berdiskusi banyak hal. Please kindly send me an email at putrisyifan@gmail.com.


PS

Komentar

  1. Wah, baru nonton yang Crazy Rich Asian. Jadi penasaran sama A Quiet Place dan Christopher Robin, karena juga pernah liat-liat sekilas posternya. Tapi yang A Quiet Place cocok ga ya buat yang kagetan? 😅 Takutnya sehabis nonton bukannya terhibur malah tertekan. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah tapi emang ngagetin banget sih, mbak. Tapi ya itu yang bikin penasaran, coba ditemenin aja nontonnya hehehe

      Hapus
  2. Karena saya guru dan penggemar Donnie Yen, film Big Brother pas banget deh tahun lalu jadi the best. 😁 Kalo dari jalan cerita atau sinematografi mungkin gak ada yg istimewa. Tapi cukup menghibur di sela kesibukan ngajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah boleh tuh mbak, saya bahkan nggak tau ada film itu. Nanti coba tak tonton!

      Hapus
  3. A quite place ini nih yang paling menegangkan!

    BalasHapus

Posting Komentar