Review Instant Family: Rasanya Punya "Keluarga"

Apa standard jadi orang tua yang baik? Mendengarkan anak? Menuruti maunya? Membelikan pakaian? Atau hal lain? Lantas selanjutnya, apakah ada parameter yang menujukkan kalau seseorang siap untuk bisa jadi orang tua?


review film instant family 2019


Bagi aku, sebagian pertanyaan itu bisa terjawab oleh film ini. Dengan durasinya yang 117 menit rasanya cukup sukses untuk menyuguhkan makna yang cukup besar dalam balutan komedi. Tentang menjadi "keluarga" lewat komedinya yang menurutku tepat ditempatkan sesuai porsinya. Bagaimana sih Mark Wahlberg dan Rose Byrne ini membentuk keluarga dadakan mereka?

AWAS SPOILER!

Berawal dari Rindu Ingin "Buah Hati"

review film instan family hollywood

Kisah berawal dari Pete (Mark Wahlberg) dan Ellie (Rose Byrne), sepasang suami-istri kompak yang tiba-tiba ingin memiliki anak. Pengenalan awal film hanya berlangsung kurang dari 15 menit ketika Pete melihat-lihat website panti asuhan disambut Ellie yang tiba-tiba berubah pikiran ingin mengadopsi juga. Hadirlah mereka ke orientasi salah satu panti asuhan yang dikelola Karen (Octavia Spencer) dan Sharon (Tig Notoro).

Singkat cerita, ada satu hari mereka bisa bermain dan memilih anak mana yang ingin mereka adopsi. Sayangnya, mereka tak kunjung menemukan anak yang cocok. Hingga akhirnya mereka bertemu remaja tanggung berusia 15 tahun bernama Lizzy (Isabela Moner) yang membuat Pete dan Ellie begitu penasaran. Nah, disini keseruan sesungguhnya film ini dimulai. Ketika mengadopsi Lizzy, ada kedua adiknya yang juga turut serta yakni Juan (Gustavo Quiroz) dan Lita (Julianna Gamiz). 

review film instan family seru

Ketiganya, karena ditelantarkan sejak kecil memiliki tingkat emosi dan kepribadian yang berbeda. Sejujurnya, ketiganya punya kepribadian yang agak melenceng (mungkin karena film ini juga komedia) yang sebenarnya cukup lucu. Lizzy disini berperan sebagai "pemersatu" adik-adiknya kalau ada apa-apa.

Beralih ke Pete dan Ellie, kalau kamu menonton film ini akan disuguhkan hal-hal yang menurut saya klise tapi maknanya besar juga. Bagaimana Ellie berperan sebagai Ibu yang mesti ngerti anak-anaknya, bagaimana Pete berperan sebagai Ayah yang mesti tegas dengan keadaan. Langsung sukses? tentu tidak! Kacau malahan. Lizzy yang membangkang karena skeptis dengan sosok orang tua angkat, Juan yang "baperan" dan dikit-dikit nangis, tak ketinggalan Lita yang diusianya yang 5 tahun cukup kasar secara fisik dan perkataan. 

Pete dan Ellie mesti terbiasa dengan sifat ketiganya di rumah mereka. Mereka mulai coba untuk memahami dari sudut pandang mereka sebagai anak-anak yang punya orang tua "ketemu gede" dan mereka berdua sebagai suami-istri juga berusaha paham dengan segala keadaan yang tiba-tiba berubah 180 derajat pas angkat anak.

Penuh Komedi Mengejutkan

review film instan family asik

Bagi Mark Wahlberg yang sebelumnya aku lihat di Dady's Home memang udah pas sih dipasangkan sama Rose Byrne dalam film ini. Kenapa? Sumpah lucunya tuh nggak ketebak tapi nggak garing. Aneh kan? Beneran. Keduanya emang saling melengkapi menurutku.

Mungkin juga karena suasana, setting dan konteks dalam filmnya emang dibangun dengan bagus. Oh ya, film Instant Family juga jadi ajang reuni buat Sang Sutradara, Sean Andreas dan Mark Wahlberg. Nah, mungkin karena pernah satu project bareng jadi Sean udah tahu titik kelucuan mana yang bisa Mark bawain, tapi entahlah ya, hehe.

Jadi, Apa Arti Keluarga Sebenarnya?

Kalau klise sih memang agak klise tapi tidak seklise itu (apasih ini). Ya karena menurutku memang film ini "pas" sih. Komedi dalam filmnya enak, maknanya juga nggak ilang gitu. Apalagi kalau diambil dari kedua sudut pandang baik sudut pandang baik Pete dan Ellie sebagai orang tua asuh maupun Lizzy sebagai remaja yang punya pandangan skeptis soal orang tua angkat. Pete dan Ellie berusaha ngedapetin hati Lizzy, sedangkan Lizzy kayak play hard to get gitu lho.

review film instan family keluarga

Sepak terjang bagaimana Pete dan Ellie ngeyakinin diri mereka, ngeyakinin panti asuhannya, bahkan ngeyakinin hakim di persidangan pas Ibu Lizzy, Juan dan Lita bebas dari penjara itu wow banget. Jujur tersentuh banget pas bagian akhir, entah kenapa, senyum-senyum mereka yang "punya keluarga" itu duh, nyes deh. 

Pokoknya dari campuran drama, komedi dan segala halnya bener-bener "cukup". Nggak bikin histeris karena kebanyakan nangis, nggak bikin ngakak karena ketawa, dan ajaibnya kita nggak dibikin bingung sama alurnya. Top banget juga para pemainnya, karena ekspresi mereka bener-bener main di film ini. TOP BGT!

Rating Instan Family :
1. IMDB 7.5/10
2. Rotten Tomatoes 81%
3. Metacritic 57%


Instant Family (2018) (PG-13)
Sutradara : Sean Andreas
Penulis : Sean Andreas
Pemain Utama : Mark Wahlberg, Rose Byrne, Isabela Moner, Gustavo Quiroz, Julianna Gamiz
Studio : Paramount Pictures
Rilis : 16 November 2018 (Amerika Serikat)

Oh ya nonton film ini jadi keinget film Lion, ada satu kalimat yang diucapkan kurang-lebih gini:
Dengan punya anak sendiri kita belum tentu mengubah hal di dunia, tapi dengan mengangkat kalian berdua, ada 2 anak yang berkesempatan mendapatkan hidup lebih baik

Komentar